Postingan

Menampilkan postingan dengan label inilah nasihat

Supir Taksi yang Dermawan

Gambar
Kisah Nyata : Indahnya Cinta Sesama Mukmin Karena Allah Ini kisah nyata yang dialami Pak Ust Uyad Albantani (UY). @nasihatkehidupan Sekitar tahun 2014, beliau mendapat undangan ceramah keluar kota, berangkatlah beliau dari rumah menuju bandara Soekarno-Hatta dengan taksi. Sepanjang perjalanan beliau ngobrol dengan pak supir (ST); UY: "Pak, ngomong-ngomong, udah berapa lama nyupir taksi ? ST: "Owh belum lama pak, baru beberapa bulan saja". UY: "Ooh gitu, emang sebelumnya kerja dimana?". ST: "Dulu sempat kerja di perusahaan perkapalan di Surabaya pak, kebetulan dulu pernah ambil Tehnik Mesin di ITS, trus perusahaannya bangkrut jadi saya kena PHK, lama nganggur di Surabaya akhirnya saya putuskan pindah ke Jakarta. UY "Wah, sayang sekali ya, ngomong-ngomong anak sudah berapa?". ST: "Alhamdulillah sudah 4 pak, yang besar malah udah mau tamat SMA". UY: "Oh gitu, kalo boleh tau, narik taksi sehari bersih bisa dapet berapa s...

Isteri Solihah, Investasi Terpenting dalam Hidup Pria

Gambar
Investasi Terbesar Dalam Hidup Pria Bukan Rumah, Mobil, Emas, Atau Saham, Tetapi Istri Kisah seorang suami yang membunuh isterinya, seorang pegawai BNN, membuat kita semua terhenyak, menjadi viral di beberapa media online dan offline akhir-akahir ini. Lebih mengejutkan lagi bagi masyarakat, adanya transkrip pembicaraan yang beredar sebelum terjadinya pembunuhan, atau bisa disebut sebagai penyebab terjadinya pembunuhan. Tentunya kita sangat mengecam terjadinya pembunuhan yang terjadi, apapun alasannya, tidak boleh kita menghilangkan nyawa orang lain, apalagi seorang suami terhadap isterinya, yang notabene adalah ibu dari anak-anaknya. Padahal salah satu perkataan yang menggetarkan Arsy Allah swt adalah perkataan/aqad Ijab Qobul pernikahan, karena saat itulah adanya peralihan hak dan perlindungan seorang hamba dari orang tuanya yang selama ini telah melahirkan dan membesarkannya kepada orang lain, calon suami dari si mempelai wanita. Kita harus mengambil pelajaran dari per...

Sakinah Bersamamu

Gambar
Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka. Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu. portalsultra.com sakinah Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi. Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra : “Kenapa Bu?” Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”. “Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan s...

Rezeki dari Do'a Pedagang Kecil

Gambar
Sahabat Ummat, Tadi pagi, diantara beceknya pasar tradisional, aku mengantri untuk dilayani, di tukang ikan. “mahal amat, kurangi deh, ikan kayak gini, udah nggak segar, ”tawar ibu berambut hasil rebonding itu. “25 ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30 ribu,” jawab ibu penjual ikan. “Ahhh 20 ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding. Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan. Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati. source : kabarsumsel.com  Dunia, Kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah? Mengapa di ...

Mana Emak..

Gambar
Oleh Asrul Agin Jam 6.30 sore Mak  berdiri di depan pintu. Wajah Mak kelihatan resah. Mak menunggu si bungsu pulang dari mengaji. Ayah pulang dari sawah, dan menanyakan si Gadang sama Mak: Si Gadang mana? Mak menjawab, “Ada di dapur sedang menyiapkan makan.” Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?” Mak jawab, “Angah mandi, baru pulang main bola.” Ayah tanya Mak lagi, “Atiak mana?” Mak menjawab, “Atiak, Kicik nonton tv dengan Alang di dalam” Ayah tanya lagi, “Adik sudah pulang?”  Mak menjawab, “Belum. Seharusnya sudah pulang.  Sepeda adik rusak.. Sebentar lagi kalau nggak pulang juga kita pergi cari adik. Mak menjawab pertanyaan ayah sepenuh hati. Tiap hari ayah menanyakan hal yang sama. Mak selalu menjawab dengan penuh perhatian. Mak selalu mengetahui bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap saat. 20 tahun kemudian Jam 6.30 sore  Ayah pulang ke rumah. Baju ayah basah. Hujan turun sejak siang tadi.  Ayah tanya si Gadang, “Ma...

Siti Hajar, Wanita Mulia yang Pertama Tinggal di Ka'bah

Gambar
Siti Hajar adalah istri Nabi Ibrahim dan ibu dari Nabi Ismail as. Ia merupakan seorang wanita yang dihormati dalam agama Islam. Siti Hajar pada awalnya adalah seorang pelayanan yang dihadiahkan Raja Firaun kepada Sarah, istri nabiyullah Ibrahim as. Dalam sejarah disebutkan bahwa Hajar merupakan seorang tokoh wanita yang mulia, ibu Nabi yang sabar, dan istri Nabi yang merupakan satu umat, kendati sendirian, ia wanita mulia bagi Ibrahim as. Kekasih Allah, Ibrahim as. sangat merindukan anak dan keturunan. Beliau berdoa kepada Allah swt, baik dengan cara pelan-pelan maupun terang-terangan, agar Allah memberi beliau anak yang saleh. Doanya ini kemudian direkam dalam al-Quran: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami keturunan yang saleh.” Untuk menjawab doa Ibrahim as., Allah menakdirkan Ibrahim bertemu dengan Hajar, yang kemudian menjadi Ibu Nabi Ismail as., ibu orang-orang Arab, ibu umat terbaik yang dikeluarkan untuk umat manusia. Hajar dihormati sebagai ibu pemimpin yang sangat penti...

Do'a untuk Kaum Muslimin yang Tertindas

اَللَّهُمَّ احْقَنْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ فِي شَتـَّّى بِقَاعِ اْلأَرْضِ اَللَّهُمَّ نَسْأَلُكَ عِزًّا وَتَمْكِينًا وَنَصْرًا لِلْمُجَاهِدِينَ مُبْينًا اَللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَلَهُمْ وَانْصُرْهُمْ وَقَوِّهِمْ اَللَّهُمَّ سَدِّدْ رَأْيَهُمْ وَصَوِّبْ رَمْيَهُمْ وَسِهَامَهُمْ وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ وَأَصْلِحِ اللَّهُمَّ قُلُوبَهُمْ Ya Allah, tahanlah darah kaum muslimin di seluruh penjuru dunia (dari ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam) Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kejayaan, kekuasaan, dan kemenangan yang nyata untuk mujahidin Ya Allah, bersamalah mereka, belalah mereka, menangkanlah mereka, dan kuatkanlah mereka Ya Allah, luruskanlah pendapat mereka, tepatkanlah tembakan dan anak panah mereka Satukanlah kalimat mereka dan perbaikilah hati mereka اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتـِّ...

Membalas Kebencian dengan Cinta..

Gambar
Artikle ini bagus sekali untuk motivasi diri kita Mohon maaf untuk yg kurang berkenan dg artikle ini.. Mari kita baca & ambil pelajaran darinya. Biarlah berulang ulang kita baca, karena itu cara Allah membimbing kita ke dalam Rahmat NYA.... ................................ Seusai Sholat Shubuh aku dikejutkan oleh Bunda “Ari, Nenek kamu masuk Rumah Sakit. Bunda harus datang melihatnya“ Kulihat wajah bunda nampak sedih. Tentu aku harus mendampingi bunda, karena tempat tinggal nenek tidak di Jakarta tapi Sumatera. Sementara aku hampir tidak mungkin meninggalkan kesibukanku di Jakata, Apalagi mitra bisnisku dari luar negeri sedang ada di Jakarta untuk menjajaki kerjasama pembelian produksi pabrikku. kulihat Bunda sedang sibuk mengemas pakaiannya di kamar. “Bunda, apa enggak bisa berangkatnya lusa aja” kataku dengan lembut. “Bunda enggak mau ganggu kamu, bunda bisa pergi sendiri kok, antar saja Bunda ke Bandara ya" kata bunda sambil memasukan pakaiannya keda...

Maaf, Saya Bukan Pengemis..

Gambar
Diceritakan oleh : Tanti, seorang karyawati  Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba-tiba rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku… Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling.... Tiba-tiba kaca mobilku diketuk seorang anak. Anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.  “Bu… Ibu mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya... “Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku. “Kalau gitu apa Ibu punya uang 2000 ?” tanya anak itu. Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru-buru serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta-minta. Aku amati anak itu. Dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik. Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya.  “Eh… mas .. . sini… Itu siapa?” tanyaku. ...