Postingan

Rezeki dari Do'a Pedagang Kecil

Gambar
Sahabat Ummat, Tadi pagi, diantara beceknya pasar tradisional, aku mengantri untuk dilayani, di tukang ikan. “mahal amat, kurangi deh, ikan kayak gini, udah nggak segar, ”tawar ibu berambut hasil rebonding itu. “25 ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30 ribu,” jawab ibu penjual ikan. “Ahhh 20 ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding. Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan. Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati. source : kabarsumsel.com  Dunia, Kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah? Mengapa di ...

Mana Emak..

Gambar
Oleh Asrul Agin Jam 6.30 sore Mak  berdiri di depan pintu. Wajah Mak kelihatan resah. Mak menunggu si bungsu pulang dari mengaji. Ayah pulang dari sawah, dan menanyakan si Gadang sama Mak: Si Gadang mana? Mak menjawab, “Ada di dapur sedang menyiapkan makan.” Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?” Mak jawab, “Angah mandi, baru pulang main bola.” Ayah tanya Mak lagi, “Atiak mana?” Mak menjawab, “Atiak, Kicik nonton tv dengan Alang di dalam” Ayah tanya lagi, “Adik sudah pulang?”  Mak menjawab, “Belum. Seharusnya sudah pulang.  Sepeda adik rusak.. Sebentar lagi kalau nggak pulang juga kita pergi cari adik. Mak menjawab pertanyaan ayah sepenuh hati. Tiap hari ayah menanyakan hal yang sama. Mak selalu menjawab dengan penuh perhatian. Mak selalu mengetahui bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap saat. 20 tahun kemudian Jam 6.30 sore  Ayah pulang ke rumah. Baju ayah basah. Hujan turun sejak siang tadi.  Ayah tanya si Gadang, “Ma...

Baitullah yang Ku Rindu.. Ijinkan Ku Kembali Mengunjungimu..

Gambar
Jelang subuh merambati Memasuki halamanmu terbayang Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah mendera-dera Di depan Ka'bah pertama kali kulantunkan do'a untukmu berjuta deras air mata mengalir Tatkala dahi bersujud di permaidani masjid-Mu Terasa gigilan yang amat sangat Sebab menahan rasa haru dan syukur Subhanallah... Hanya Engkau ya Allah, yang mengetahui setiap apa yang tersembunyi di balik hati ini Yang tak mampu tertuang dengan sebatas kata Safana Tour - Rindu Baitullah Setiap kali azan berkumandang di bumi penuh berkah Setiap kali kaki berjalan memenuhi Tiada lelah seakan rindu bertemu dengan-Mu Menjadi aliran energi kehidupan tak bertepi Subhanallah... Maha Suci Allah Yang Menciptakan Alam Duniawi... Menumbuhkan rindu berapi-api akan Tanah Suci Rindu ingin selalu beribadah tiada henti Rindu melantunkan do'a dan mengadu pada-mu. Menangis dan bermunajat kehadirat-Mu Rindu pada harumnya Ka'bah yang mulia Ingin bertawaf me...

Siti Hajar, Wanita Mulia yang Pertama Tinggal di Ka'bah

Gambar
Siti Hajar adalah istri Nabi Ibrahim dan ibu dari Nabi Ismail as. Ia merupakan seorang wanita yang dihormati dalam agama Islam. Siti Hajar pada awalnya adalah seorang pelayanan yang dihadiahkan Raja Firaun kepada Sarah, istri nabiyullah Ibrahim as. Dalam sejarah disebutkan bahwa Hajar merupakan seorang tokoh wanita yang mulia, ibu Nabi yang sabar, dan istri Nabi yang merupakan satu umat, kendati sendirian, ia wanita mulia bagi Ibrahim as. Kekasih Allah, Ibrahim as. sangat merindukan anak dan keturunan. Beliau berdoa kepada Allah swt, baik dengan cara pelan-pelan maupun terang-terangan, agar Allah memberi beliau anak yang saleh. Doanya ini kemudian direkam dalam al-Quran: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami keturunan yang saleh.” Untuk menjawab doa Ibrahim as., Allah menakdirkan Ibrahim bertemu dengan Hajar, yang kemudian menjadi Ibu Nabi Ismail as., ibu orang-orang Arab, ibu umat terbaik yang dikeluarkan untuk umat manusia. Hajar dihormati sebagai ibu pemimpin yang sangat penti...

Wanita Yang Kematiannya Disambut Para Malaikat

Gambar
Kisah ini mungkin telah sering kita dengar. Namun, sekedar mengingatkan kembali tentang perjuangan wanita mulia ini, semoga dapat mengembalikan ghirah kita untuk juga bisa menteladani beliau, wanita yang ‘berhati baja’. Nusaibah Binti Ka’ab radhiyallahu anha, namanya tercatat dalam tinta emas penuh kemuliaan. Bahkan kematiannya mengundang ribuan malaikat untuk menyambutnya. Hari itu Nusaibah sedang berada di dapur. Suaminya, Said sedang beristirahat di bilik tempat tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nusaibah menerka, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di kawasan Gunung Uhud. Dengan bergegas, Nusaibah meninggalkan apa yang sedang dilakukannya dan masuk ke bilik. Suaminya yang sedang tertidur dengan halus dan lembut dikejutkannya. “Suamiku tersayang”, Nusaibah berkata, “Aku mendengar pekik suara menuju ke Uhud. Mungkin orang-orang kafir telah menyerang.” Said yang masih belum sadar sepenuh...

Do'a untuk Kaum Muslimin yang Tertindas

اَللَّهُمَّ احْقَنْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ فِي شَتـَّّى بِقَاعِ اْلأَرْضِ اَللَّهُمَّ نَسْأَلُكَ عِزًّا وَتَمْكِينًا وَنَصْرًا لِلْمُجَاهِدِينَ مُبْينًا اَللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَلَهُمْ وَانْصُرْهُمْ وَقَوِّهِمْ اَللَّهُمَّ سَدِّدْ رَأْيَهُمْ وَصَوِّبْ رَمْيَهُمْ وَسِهَامَهُمْ وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ وَأَصْلِحِ اللَّهُمَّ قُلُوبَهُمْ Ya Allah, tahanlah darah kaum muslimin di seluruh penjuru dunia (dari ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam) Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kejayaan, kekuasaan, dan kemenangan yang nyata untuk mujahidin Ya Allah, bersamalah mereka, belalah mereka, menangkanlah mereka, dan kuatkanlah mereka Ya Allah, luruskanlah pendapat mereka, tepatkanlah tembakan dan anak panah mereka Satukanlah kalimat mereka dan perbaikilah hati mereka اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتـِّ...

Membalas Kebencian dengan Cinta..

Gambar
Artikle ini bagus sekali untuk motivasi diri kita Mohon maaf untuk yg kurang berkenan dg artikle ini.. Mari kita baca & ambil pelajaran darinya. Biarlah berulang ulang kita baca, karena itu cara Allah membimbing kita ke dalam Rahmat NYA.... ................................ Seusai Sholat Shubuh aku dikejutkan oleh Bunda “Ari, Nenek kamu masuk Rumah Sakit. Bunda harus datang melihatnya“ Kulihat wajah bunda nampak sedih. Tentu aku harus mendampingi bunda, karena tempat tinggal nenek tidak di Jakarta tapi Sumatera. Sementara aku hampir tidak mungkin meninggalkan kesibukanku di Jakata, Apalagi mitra bisnisku dari luar negeri sedang ada di Jakarta untuk menjajaki kerjasama pembelian produksi pabrikku. kulihat Bunda sedang sibuk mengemas pakaiannya di kamar. “Bunda, apa enggak bisa berangkatnya lusa aja” kataku dengan lembut. “Bunda enggak mau ganggu kamu, bunda bisa pergi sendiri kok, antar saja Bunda ke Bandara ya" kata bunda sambil memasukan pakaiannya keda...