Postingan

Membalas Kebencian dengan Cinta..

Gambar
Artikle ini bagus sekali untuk motivasi diri kita Mohon maaf untuk yg kurang berkenan dg artikle ini.. Mari kita baca & ambil pelajaran darinya. Biarlah berulang ulang kita baca, karena itu cara Allah membimbing kita ke dalam Rahmat NYA.... ................................ Seusai Sholat Shubuh aku dikejutkan oleh Bunda “Ari, Nenek kamu masuk Rumah Sakit. Bunda harus datang melihatnya“ Kulihat wajah bunda nampak sedih. Tentu aku harus mendampingi bunda, karena tempat tinggal nenek tidak di Jakarta tapi Sumatera. Sementara aku hampir tidak mungkin meninggalkan kesibukanku di Jakata, Apalagi mitra bisnisku dari luar negeri sedang ada di Jakarta untuk menjajaki kerjasama pembelian produksi pabrikku. kulihat Bunda sedang sibuk mengemas pakaiannya di kamar. “Bunda, apa enggak bisa berangkatnya lusa aja” kataku dengan lembut. “Bunda enggak mau ganggu kamu, bunda bisa pergi sendiri kok, antar saja Bunda ke Bandara ya" kata bunda sambil memasukan pakaiannya keda...

Maaf, Saya Bukan Pengemis..

Gambar
Diceritakan oleh : Tanti, seorang karyawati  Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba-tiba rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku… Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling.... Tiba-tiba kaca mobilku diketuk seorang anak. Anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.  “Bu… Ibu mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya... “Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku. “Kalau gitu apa Ibu punya uang 2000 ?” tanya anak itu. Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru-buru serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta-minta. Aku amati anak itu. Dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik. Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya.  “Eh… mas .. . sini… Itu siapa?” tanyaku. ...

Satu Suapan dengan Satu Suapan, Keajaiban Sedekah

Gambar
Kita awali dengan sebuah kisah keajaiban sedekah. Kisah yang menunjukkan bagaimana Allah sangat menghargai amal hamba. Tuhan Yang Maha Mendengar tidak akan menyia-nyiakan kebaikan makhluk yang Dia ciptakan. Tersebutlah seorang ibu solihah. Beliau memiliki seorang putra yang menjadi tulang punggung keluarga. Di rumahnya yang penuh keterbatasan, sang ibu menunggu kapan putranya pulang. Dia pergi melakukan safar yang jauh. Hingga sang ibu putus asa, sementara sisa makanan tinggal cukup beberapa hari. Suatu hari sang ibu sedang bersiap untuk menyantap makan siangnya. Ketika beliau mengambil suapan pertama dan siap untuk dilahap, tiba-tiba di depan pintu ada pengemis yang meminta makanan. Beliaupun tidak jadi melanjutkan suapannya. Beliau menaruh suapannya dan menyerahkan satu porsi makanan itu ke pengemis. Sehari itu, sang ibu menahan lapar. Ternyata selang beberapa hari, tibalah putranya yang lama dia nantikan. Mulailah dia bercerita tentang kejadian yang luar biasa kepada i...

Kata Ajaib Untuk Kesabaran.. Sesuk Yo Le..

Gambar
Sewaktu kecil.. Saya tumbuh di pasar. Ibu saya berjualan es teh di pinggir pasar Klaten saat itu.  Bagi kawan-kawan yang tinggal atau berasal dari Klaten, jika Anda tahu toko plastik sari utama. Di depan toko itulah Ibu saya berjualan. Setiap hari saya di sana, karena saat itu tak ada orang lain yang merawat saya.  Bapak saya merantau mencari nafkah dikota yang lain. Ibu memenuhi kebutuhan harian kami dengan berjualan es teh. everystockphoto.com Setelah sore kami pulang ke rumah kontrakan... Dari pasar menuju rumah, banyak sekali toko-toko yang kami lewati dengan berjalan kaki. Dari toko makanan, jajanan, sampai mainan. Saat melewati toko mainan. Saya berhenti..namanya anak kecil. Pingin punya. Hampir selalu begitu. Berhenti sejenak melihat mainan yang dijajar. Sambil membayangkan punya salah satu dari itu. Sejenak tidak peduli dengan apapun sampai ibu saya mendekati lalu berkata,  "Sesuk yo le..  (besok ya nak)" Dan kami pun berjalan...

Bu Guru, Mohon Duduk di Kursi Bunda di Pernikahan Saya..

Gambar
Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya. Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya. Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini. sejarol.blogspot.com Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh h...

Jadi Ibu Harus Bijak.. Jadi Ibu Harus Kuat..

Gambar
Pertama kali dapat kabar dipondok, Altaf sangat ceria dan aktif. Tiba-tiba semuanya berubah kacau. Altaf menangis terus minta pulang. Hati Ibu siapa yang enggak gamang dapat info dari pondok dan ditelepon dengar anaknya menangis.... Hari kunjungan pertama datang, maksud hati untuk menghibur, tapi ternyata kondisinya malah makin hancur. Belum lagi tekanan dari sana sini mulai muncul.. "Bu kalau anaknya begini terus nanti pengaruh ke yang lain, bawa pulang aja dulu nanti kalau sudah tenang baru balikin lagi biar gak ganggu yang lain, nanti yang lain ikutan gitu juga kan repot kitanya." "Ini kali dipaksa ya Bu masuk pondok? Jangan dipaksa Bu, jadinya malah gini." "Ini anak dimanja banget kali ya Bu? Kalau dimanja ya susahlah.. malah ganggu yang lain" Ada juga yang bilang, "udah Bu tinggalkan aja anaknya nanti malah makin aleman."  Berbagai komentar sesama orang tua pun bikin kita sebagai Ibu makin terpuruk.  1080.plus Sepanjang ...

Kebahagiaan dibalik Sebungkus Pecel Lele

Gambar
dari buku ”Bahagianya Merayakan Cinta” karya Salim A Fillah. source : kfk.kompas.com Suatu hari ada seorang lelaki, yang ikut antri di warung pecel lele di daerah Monjali. Mendung bergantung sore itu, dan warna hitam yang menyeruak di barat mulai bergerak mendekat. Dia, pria berkaos putih yang leherannya mulai geripis, di kepalanya ada peci putih yang kecil, dan celananya beberapa senti di atas mata kaki. Sandal jepit swallow yang talinya hampir putus nyangkut diantara jempol dan jari kakinya. Seperti yang lain ia juga memesan, ”Pecel Lele, Mas!” ”Berapa?” Tanya Mas penjual yang asyik menguleg sambal terasi sambil sesekali meraih sothil besar untuk membalik gorengan lele di wajan raksasa. Gemuruh bunyi kompor mengharuskan orang berbicara sedikit lebih keras. ”Satu. Dibungkus..” Perlahan tangannya merogoh saku celana, lalu duduk sembari menghitung uangnya. Malu-malu, tangannya dijorokkan sedikit ke bawah meja. Uang pecahan ratusan sudah disatukan dengan se...